Bangli, Bali, 16-17 September 2026 – Upaya pelestarian budaya melalui pemanfaatan teknologi digital terus dikembangkan melalui program bertajuk “Implementation of Augmented Reality (AR) for Strengthening Cultural Tourism Branding in Penglipuran Village, Bali”. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi internasional antara Fakultas Ilmu Komputer UPN “Veteran” Jawa Timur (Indonesia), Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI), INTI International University (Malaysia), dan Filamer Christian University (Philippines).
Mengusung tema “Heritage Through Technology”, program ini bertujuan memperkuat branding pariwisata budaya Desa Penglipuran melalui penerapan teknologi Augmented Reality (AR) yang memungkinkan wisatawan memperoleh informasi budaya secara interaktif dan edukatif melalui perangkat seluler.
Melalui teknologi AR, pengunjung dapat melakukan pemindaian kode digital pada titik-titik wisata tertentu untuk mengakses beragam konten, seperti teks informatif, gambar, audio, video, hingga animasi tiga dimensi. Inovasi ini memberikan pengalaman wisata yang lebih menarik sekaligus mendorong wisatawan untuk mengeksplorasi destinasi secara mandiri.

Program ini menawarkan sejumlah manfaat utama, antara lain:
Scan & Discover: akses cepat terhadap informasi budaya di lokasi wisata.
Interactive Content: penyajian materi berbasis teks, gambar, audio, video, dan animasi 3D.
Self-Guided Tourism: memberikan kebebasan bagi wisatawan untuk menjelajahi destinasi sesuai keinginan dan waktu mereka.
Stronger Destination Branding: memperkuat citra Desa Penglipuran sebagai destinasi budaya yang autentik, inovatif, dan berkelanjutan.
Desa Penglipuran dipilih sebagai lokasi implementasi karena dikenal sebagai salah satu desa wisata terbaik di Indonesia yang memiliki kekayaan budaya, arsitektur tradisional, serta komitmen yang kuat terhadap pelestarian lingkungan dan nilai-nilai kearifan lokal. Dengan dukungan teknologi AR, berbagai informasi mengenai situs budaya, sejarah, dan filosofi kehidupan masyarakat setempat dapat disampaikan secara lebih menarik kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini dikoordinasikan oleh Dr. I Gede Susrama Mas Diyasa dari Fakultas Ilmu Komputer UPN “Veteran” Jawa Timur, Putu Wirayudi Aditama, S.Kom., M.Kom. dari INSTIKI Indonesia, Garganza Mary Crystal Aila Panigua dari INTI International University Malaysia, serta Besana Mardy Pestaño dari Filamer Christian University Philippines.
Kolaborasi lintas negara ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan teknologi digital dalam mendukung pelestarian warisan budaya sekaligus meningkatkan daya saing destinasi wisata berbasis budaya. Selain memperkuat pengalaman wisata, program ini juga berkontribusi pada pengembangan pariwisata yang interaktif, edukatif, dan berkelanjutan.
Melalui semangat “Culture Connects People”, kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi global dalam memanfaatkan teknologi untuk menjaga, memperkenalkan, dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.
Community Service for a Better Tomorrow.