Bangli, Bali – Fakultas Ilmu Komputer (FIK) UPN “Veteran” Jawa Timur berpartisipasi dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional yang dilaksanakan di Bali pada 16–17 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi tiga perguruan tinggi, yaitu UPN “Veteran” Jawa Timur, Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI), serta INTI International University, Malaysia.
Mengangkat tema “Heritage Through Technology”, kegiatan bertajuk “Implementation of Augmented Reality (AR) for Strengthening Cultural Tourism Branding in Penglipuran Village, Bali” ini memadukan pemanfaatan teknologi digital dengan upaya pelestarian dan penguatan promosi pariwisata berbasis budaya.
Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini tidak hanya melibatkan dosen, tetapi juga mahasiswa dari perguruan tinggi yang terlibat. Keterlibatan mahasiswa memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman langsung dalam kegiatan pengabdian masyarakat, berinteraksi dalam lingkungan kolaborasi internasional, serta melihat penerapan teknologi informasi untuk menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan di Kebun Bunga Penglipuran dan Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali. Kedua lokasi tersebut menjadi ruang implementasi teknologi sekaligus sarana bagi tim pengabdian untuk melihat secara langsung potensi pemanfaatan teknologi digital dalam memperkaya pengalaman wisatawan.
Salah satu kegiatan utama adalah implementasi teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media penyampaian informasi yang interaktif. Melalui teknologi ini, pengunjung dapat memindai kode digital pada titik yang telah ditentukan menggunakan perangkat seluler untuk menampilkan berbagai informasi dan konten digital terkait objek maupun potensi wisata di Penglipuran.



Foto 1. Mahasiswa Mengimplementasikan AR via Mobile
Konten yang ditampilkan melalui AR dapat dikemas dalam berbagai format, seperti teks informatif, gambar, audio, video, hingga visualisasi tiga dimensi. Pendekatan tersebut memungkinkan informasi mengenai budaya dan destinasi tidak hanya disampaikan melalui media konvensional, tetapi juga melalui pengalaman digital yang lebih interaktif dan mudah diakses oleh wisatawan.
Implementasi AR juga membuka peluang penerapan konsep self-guided tourism, di mana wisatawan dapat memperoleh informasi dan mengeksplorasi destinasi secara mandiri. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman berkunjung sekaligus memperkuat citra Penglipuran sebagai destinasi wisata budaya yang mampu mengadopsi inovasi digital tanpa meninggalkan nilai dan identitas lokal.
Pemilihan Penglipuran sebagai lokasi kegiatan tidak terlepas dari karakter kawasan tersebut yang memiliki kekayaan budaya, arsitektur tradisional, lingkungan, serta kehidupan masyarakat yang tetap mempertahankan kearifan lokal. Kehadiran teknologi digital dalam kegiatan ini ditempatkan sebagai media pendukung untuk membantu memperkenalkan kekayaan tersebut kepada masyarakat dan wisatawan secara lebih menarik.
Selain implementasi teknologi, kegiatan ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarperguruan tinggi dari Indonesia dan Malaysia. Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa FIK UPN “Veteran” Jawa Timur, INSTIKI, dan INTI International University memperkuat jejaring internasional sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi teknologi yang dapat diterapkan secara langsung di masyarakat.
Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar di luar kelas melalui interaksi dengan masyarakat, akademisi, dan mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai penerapan teknologi, kerja sama lintas budaya, serta peran bidang ilmu komputer dalam mendukung pengembangan masyarakat dan pelestarian budaya.
Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mengintegrasikan kompetensi akademik dan teknologi dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi lintas institusi dan lintas negara diharapkan dapat membuka peluang pengembangan kegiatan lanjutan, baik dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, pendidikan, maupun penelitian bersama.
Melalui kegiatan ini, teknologi tidak hanya diposisikan sebagai sarana inovasi, tetapi juga sebagai jembatan untuk memperkenalkan dan menjaga warisan budaya. Sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, masyarakat, dan teknologi menjadi langkah penting dalam mendorong pengembangan pariwisata budaya yang semakin interaktif, edukatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Community Service for a Better Tomorrow.