SURABAYA – Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menutup rangkaian International Summer Program 2026 melalui penyelenggaraan International IoT Sprint Challenge Competition pada Minggu, 11 Oktober 2026. Kompetisi yang berlangsung di Laboratorium Insyde Lantai 2, Gedung Fakultas Ilmu Komputer ini menjadi agenda puncak sekaligus penutup program internasional yang telah berlangsung selama empat hari, sejak 8 Oktober 2026.
Mengusung semangat “Explore. Analyze. Innovate.”, kegiatan hari terakhir memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan teknologi melalui tantangan pengembangan solusi berbasis Internet of Things (IoT).
Kompetisi ini dirancang dalam format sprint challenge, yaitu kegiatan pengembangan prototipe dalam waktu terbatas yang menuntut peserta untuk bekerja sama, berpikir kreatif, menyelesaikan permasalahan teknis, dan mempresentasikan hasil inovasinya.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya ditantang untuk menghasilkan solusi teknologi, tetapi juga mengembangkan kemampuan kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah yang relevan dengan kebutuhan dunia digital.
International IoT Sprint Challenge: Mengembangkan Inovasi dalam Waktu Terbatas
Rangkaian kegiatan hari keempat diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh pembawa acara, serta pengarahan mengenai ketentuan kompetisi dan tantangan yang harus diselesaikan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan technical briefing dan persiapan tim sebelum memasuki tahapan pengembangan proyek IoT.
Kompetisi dimulai dengan IoT Development – Phase 1 pada pukul 08.10–09.10 WIB. Dalam tahapan ini, peserta berfokus pada pengembangan gagasan (ideation), perancangan sistem, serta persiapan perangkat keras (hardware setup) yang diperlukan untuk membangun solusi IoT.
Tahap awal tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan karena peserta harus mampu menerjemahkan gagasan menjadi rancangan sistem yang dapat diimplementasikan. Selain mempertimbangkan fungsi perangkat, peserta juga perlu memperhatikan keterkaitan antara komponen perangkat keras, perangkat lunak, dan mekanisme komunikasi yang digunakan.
Setelah jeda singkat, kompetisi dilanjutkan dengan IoT Development – Phase 2 pada pukul 09.20–10.00 WIB. Pada tahapan ini, peserta berfokus pada pemrograman, konektivitas perangkat, serta implementasi Over-the-Air (OTA) sebagai bagian dari proses pengembangan sistem IoT.
Rangkaian pengembangan kemudian memasuki tahap pengujian sistem, identifikasi dan penyelesaian kendala teknis (troubleshooting), serta finalisasi prototipe. Seluruh proses tersebut dilaksanakan dalam waktu yang terbatas sehingga peserta dituntut untuk mengelola waktu secara efektif dan menentukan prioritas pengembangan.

Tujuh Kelompok Presentasikan Hasil Pengembangan Prototipe IoT
Setelah menyelesaikan tahapan pengembangan dan pengujian, peserta memasuki agenda presentasi dan demonstrasi hasil kompetisi.
Berdasarkan susunan kegiatan, sebanyak tujuh kelompok mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan prototipe yang telah dikembangkan. Sesi presentasi dan demonstrasi dijadwalkan berlangsung pada pukul 10.20–10.55 WIB, dengan masing-masing kelompok memperoleh alokasi waktu lima menit.
Melalui sesi ini, setiap kelompok diberikan kesempatan untuk memperlihatkan hasil pengembangan sistem IoT, menjelaskan gagasan yang mendasari solusi, serta mendemonstrasikan fungsionalitas prototipe yang berhasil dibuat.
Kegiatan presentasi menjadi bagian penting dalam kompetisi karena peserta tidak hanya dituntut mampu mengembangkan solusi teknis, tetapi juga harus dapat mengomunikasikan hasil pekerjaannya secara jelas dan sistematis.
Setelah seluruh kelompok menyelesaikan presentasi, kegiatan dilanjutkan dengan proses penilaian oleh dewan juri pada pukul 10.55–11.15 WIB.

Apresiasi Inovasi Peserta dan Pengumuman Pemenang Kompetisi
Sebagai bagian dari rangkaian International IoT Sprint Challenge Competition, panitia menyelenggarakan agenda pengumuman pemenang dan pemberian penghargaan kepada kelompok yang memperoleh hasil terbaik.
Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas, kerja sama tim, dan kemampuan peserta dalam mengembangkan solusi teknologi berbasis IoT dalam waktu terbatas.
Pemenang International IoT Sprint Challenge Competition 2026:
- Juara 1: Deny Yusuf Marcelino (Indonesia), Fauzan Indrawan Zaky (Indonesia)
- Juara 2: Mohammed Ibrahim Mohammedseid (Ethiopia), Nematullo Halimov (Tajikistan)
- Juara 3: Naresh Kumar (Pakistan), Bulatova Uliana (Rusia)
Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus mengembangkan gagasan inovatif serta meningkatkan kompetensi dalam bidang teknologi informasi, khususnya Internet of Things.

Closing Ceremony: Menutup Empat Hari Pembelajaran dan Kolaborasi Internasional
Setelah rangkaian kompetisi berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan agenda penutupan International Summer Program Fasilkom 2026.
Pelaksanaan penutupan menandai berakhirnya empat hari kegiatan yang memadukan pembelajaran akademik, pengembangan keterampilan teknologi, pengabdian kepada masyarakat, pengenalan budaya, dan kompetisi inovasi.
Pada hari pertama, Kamis, 8 Oktober 2026, peserta mengikuti rangkaian Workshop Data Analytics selama enam jam yang mencakup Ph.D. Connect, Data Analytics Training, dan Hands-on Data Analytics. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan eksplorasi kawasan Kalimas River sebagai bagian dari pengenalan sejarah dan lingkungan Kota Surabaya.
Memasuki hari kedua, Jumat, 9 Oktober 2026, seluruh agenda difokuskan pada kegiatan International Community Service di SD Khadijah Wonorejo, Surabaya. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, peserta memperoleh pengalaman berinteraksi secara langsung dengan lingkungan pendidikan dasar sekaligus mengembangkan kepedulian sosial dan semangat kolaborasi.
Selanjutnya, pada hari ketiga, Sabtu, 10 Oktober 2026, peserta mengikuti Workshop Teknologi selama empat jam melalui kegiatan BNSP Training and Certification serta academic sharing mengenai perkembangan teknologi global, Data Science, Artificial Intelligence, dan inovasi masa depan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan budaya lokal melalui kunjungan ke Wistara Batik dan ArtSub Surabaya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada hari keempat melalui International IoT Sprint Challenge Competition yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan keterampilan teknis, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama dalam sebuah tantangan pengembangan teknologi.
Melalui keseluruhan agenda tersebut, International Summer Program 2026 diharapkan mampu memberikan pengalaman pembelajaran yang komprehensif sekaligus memperkuat interaksi akademik dan pertukaran pengetahuan antarpeserta.

Pengantaran Peserta dan Berakhirnya Rangkaian Kegiatan
Setelah seluruh rangkaian kompetisi dan penutupan selesai, kegiatan hari keempat dilanjutkan dengan pengantaran peserta menuju hotel sebagai bagian dari agenda akhir International Summer Program 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari koordinasi dan pelayanan peserta selama mengikuti program internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Komputer UPN “Veteran” Jawa Timur.
Dengan selesainya agenda pengantaran tersebut, seluruh rangkaian International Summer Program 2026 yang berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 resmi berakhir. Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman akademik, pengembangan kompetensi teknologi, serta kesempatan membangun kolaborasi dan interaksi lintas budaya bagi seluruh peserta.
Mendorong Inovasi dan Kolaborasi Berkelanjutan
Penyelenggaraan International Summer Program 2026 menjadi salah satu wujud komitmen Fakultas Ilmu Komputer UPN “Veteran” Jawa Timur dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang inovatif dan kolaboratif.
Melalui kombinasi aktivitas akademik, praktik teknologi, pengabdian kepada masyarakat, dan pengenalan budaya, program ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan kompetensi secara lebih luas, tidak terbatas pada penguasaan pengetahuan teknis.
Pelaksanaan International IoT Sprint Challenge pada hari terakhir juga memperlihatkan pentingnya pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dalam mendorong kreativitas, kerja sama tim, dan kemampuan menyelesaikan permasalahan melalui pemanfaatan teknologi.
Dengan mengusung tagline “Turning Data into Knowledge, Ideas into Impact”, Fakultas Ilmu Komputer UPN “Veteran” Jawa Timur berharap pengalaman yang diperoleh selama International Summer Program 2026 dapat menjadi bekal bagi peserta untuk terus belajar, berkolaborasi, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Berakhirnya rangkaian kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk terus memperkuat jejaring akademik, mengembangkan kompetensi digital, dan membuka peluang kolaborasi pendidikan serta inovasi pada masa mendatang.