Perjalanan sepuluh tahun Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UPN “Veteran” Jawa Timur mencapai titik puncaknya pada Kamis (27/8/2026). Dalam rangkaian peringatan Satu Dasawarsa, fakultas ini resmi tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori “Pembuatan Template Website UMKM Terbanyak”, setelah berhasil merampungkan 1.109 template website dalam satu aksi kolaboratif.

Pencapaian ini bukan hasil kerja segelintir pihak. Sebanyak 90 dosen, 78 alumni, dan 50 pelaku UMKM turun bersama merancang template-template tersebut, dengan tujuan mendorong percepatan digitalisasi usaha kecil di Jawa Timur. Bagi Fasilkom, angka rekor hanyalah satu sisi dari cerita — sisi yang lebih penting adalah bagaimana kampus benar-benar hadir dan memberi manfaat langsung bagi pelaku usaha di lapangan.

Ketua Pelaksana Deklarasi Rekor MURI, Dr. Tri Lathif Mardi Suryanto, S.Kom., MT., menggarisbawahi bahwa aksi ini digagas sebagai wujud pengabdian, bukan sekadar pengejaran rekor semata. Menurutnya, kolaborasi lintas generasi antara dosen, alumni, dan pelaku UMKM ini merepresentasikan semangat Fasilkom untuk terus menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Piagam penghargaan Rekor MURI diserahkan langsung oleh perwakilan MURI kepada Rektor UPN “Veteran” Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, MMT., IPU., dalam sebuah seremoni yang turut dihadiri Dekan Fasilkom, Prof. Dr. Ir. Novirina Hendrasarie, MT., beserta Dr. Tri Lathif Mardi Suryanto selaku Ketua Pelaksana.

Rektor menyampaikan apresiasinya atas capaian yang berhasil memadukan sisi akademik dengan kontribusi sosial ini. Ia menilai momentum satu dasawarsa Fasilkom menjadi bukti bahwa inovasi kampus dapat memberi dampak yang dapat langsung dirasakan masyarakat, khususnya dalam mendukung transformasi digital UMKM.

Rekor ini menjadi salah satu penanda penting dalam rangkaian panjang perayaan Satu Dasawarsa Fasilkom UPN “Veteran” Jawa Timur, sekaligus menegaskan arah fakultas ke depan: terus mengembangkan inovasi teknologi yang tidak berhenti di ruang kelas, melainkan berkelanjutan hingga ke tengah masyarakat dan dunia usaha.